Suara Republik.Com
Sangatta, 20 Agustus 2026
Polsek Sangatta Utara melakukan monitoring dan pengecekan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU wilayah Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur, Kamis (20/8/2026).
Monitoring tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan BBM bagi masyarakat sekaligus mengantisipasi potensi gangguan dalam distribusi dan pelayanan di SPBU.
Kapolsek Sangatta Utara AKP Bambang Eko mengatakan, pengecekan dilakukan terhadap delapan lokasi SPBU dan APMS/Pertashop. Dari hasil pemantauan, kondisi stok sejumlah jenis BBM masih relatif aman.
“Berdasarkan hasil monitoring di beberapa SPBU di wilayah Kecamatan Sangatta Utara dan Kecamatan Sangatta Selatan, belum ditemukan adanya kecurangan niaga BBM,” ujar AKP Bambang Eko.
Ia menjelaskan, petugas juga melakukan pengecekan terhadap stok BBM jenis Pertalite, Pertamax, Bio Solar, Dexlite dan jenis BBM lainnya yang tersedia di masing-masing lokasi.
Hasil pengecekan fisik di lapangan menunjukkan stok Pertalite, Pertamax, Solar dan Dexlite masih dalam kondisi aman. Sementara itu, sejumlah SPBU masih menunggu proses persetujuan dari pihak Pertamina untuk pengiriman BBM berikutnya.
“Untuk saat ini stok BBM jenis Pertalite, Pertamax, Solar dan Dexlite masih dalam kondisi aman. Beberapa pengiriman juga masih dalam proses persetujuan dari pihak Pertamina,” jelasnya.
Selain memastikan ketersediaan, polisi turut mengantisipasi potensi peningkatan antrean kendaraan pada jalur pengisian Pertalite. Kondisi tersebut diperkirakan dapat terjadi apabila sebagian masyarakat beralih menggunakan BBM jenis Pertalite.
Karena itu, petugas SPBU diimbau melakukan pengaturan pelayanan secara optimal agar antrean kendaraan tetap terkendali dan distribusi BBM berjalan lancar.
Dalam monitoring tersebut, polisi juga mencatat adanya penurunan harga sejumlah BBM. Harga Pertamax yang sebelumnya Rp16.650 per liter turun menjadi Rp16.300 per liter. Sementara Pertamax Turbo turun dari Rp19.750 menjadi Rp18.700 per liter.
Untuk APMS/Pertashop, harga Pertamax juga tercatat turun dari Rp16.550 menjadi Rp16.200 per liter. Penurunan harga tersebut berlaku sejak 1 Agustus 2026 pukul 00.00 Wita.
AKP Bambang Eko menegaskan, pengawasan akan terus dilakukan guna memastikan pelayanan dan distribusi BBM kepada masyarakat berjalan sesuai ketentuan.
“Kami mengimbau petugas SPBU agar mengisi BBM kepada konsumen sesuai aturan dan tidak melakukan pengisian berulang-ulang atau melayani pengetap,” tegasnya.
Monitoring ini sekaligus menjadi langkah kepolisian untuk menjaga ketersediaan BBM, mencegah potensi penyimpangan, serta memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan pengisian BBM secara tertib di wilayah Sangatta Utara dan Sangatta Selatan.
