BeritaHukumKriminalNasionalPemerintahPeristiwaTNI/POLRIViral

Rumah Jampidsus Dijaga Ketat TNI, Polri Geledah Delapan Lokasi dan Temukan Brankas Berisi Valas, Publik Soroti Rangkaian Peristiwa

Suararepublik.com Jakarta – Rumah pribadi Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah di kawasan Jalan Radio I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, kembali menjadi sorotan publik setelah terlihat dijaga ketat oleh puluhan personel TNI pada Rabu (8/7/2026).

Dalam sejumlah dokumentasi yang beredar, tampak personel TNI berjaga di beberapa titik akses menuju rumah tersebut. Sebagian mengenakan seragam dinas, sementara lainnya berpakaian sipil. Beberapa personel juga terlihat membawa senjata laras panjang sebagai bagian dari pengamanan.

Pengamanan terhadap rumah Jampidsus bukanlah hal baru. Sejak peristiwa dugaan penguntitan terhadap Febrie Adriansyah pada Mei 2024, pengamanan disebut telah diperketat. Situasi juga sempat menjadi perhatian publik pada Agustus 2025 ketika muncul pemberitaan mengenai dinamika pengamanan di lokasi tersebut.

Di waktu yang hampir bersamaan, tim gabungan Mabes Polri dan Polda Metro Jaya melakukan penggeledahan di delapan lokasi berbeda di wilayah Jakarta dan Bogor. Lokasi yang digeledah antara lain berada di kawasan Kuningan, Sudirman, Pacific Place, Cipete, hingga Bogor.

Salah satu lokasi yang menyita perhatian adalah Restoran de Clan Signature di Cipete, yang sebelumnya pernah dikaitkan dalam pemberitaan mengenai dugaan penguntitan terhadap Jampidsus pada 2024.

Selain itu, penyidik juga melakukan penggeledahan di sebuah money changer di kawasan Cipete. Dari lokasi tersebut, petugas menemukan sejumlah brankas yang berisi uang tunai dalam mata uang asing, termasuk Dolar Amerika Serikat dan Dolar Singapura. Hingga kini, aparat belum mengumumkan nilai maupun rincian resmi terkait temuan tersebut.

Berdasarkan informasi yang beredar, penggeledahan dilakukan dalam rangka melengkapi alat bukti pada sejumlah perkara yang sedang ditangani penyidik, di antaranya dugaan korupsi tata kelola batu bara, perkara asuransi negara, serta dugaan tindak pidana pencucian uang yang melibatkan korporasi.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari aparat penegak hukum yang menyatakan bahwa pengamanan rumah Jampidsus dan rangkaian penggeledahan di sejumlah lokasi tersebut saling berkaitan.

Publik pun masih menantikan penjelasan resmi dari pihak berwenang mengenai perkembangan penyelidikan serta keterkaitan, jika ada, antara berbagai peristiwa yang terjadi dalam waktu yang hampir bersamaan tersebut. (Tim)

Exit mobile version