Berita

Polres PPU Perkuat Sinergi Mitigasi Kekeringan, Siap Dukung Penanganan Dampak Musik Kemarau

Suara Republik.Com

Penajam Paser Utaraa, 22 Juli 2026

Polres Penajam Paser Utara (PPU) menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya mitigasi risiko bencana kekeringan yang diperkirakan akan terjadi pada puncak musim kemarau tahun 2026. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui keikutsertaan aktif dalam Rapat Koordinasi Mitigasi Risiko Bencana Kekeringan Air Akibat Musim Kemarau Periode Juli–November 2026 yang digelar di Ruang Rapat Bupati Lantai III, Kantor Bupati Penajam Paser Utara, Rabu (22/7/2026).

Dalam rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara, Drs. M. Tohar, M.Si., Kapolres Penajam Paser Utara AKBP Andreas Alek Danantara,S.I.K.,M.M.,M.Tr.SOU yang diwakili oleh Kasat Samapta AKP Wiji Santosa, S.H. Kehadiran Polres PPU menjadi bagian penting dari sinergi lintas sektor bersama pemerintah daerah, TNI, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Otorita IKN, Balai Wilayah Sungai, Perumda Air Minum Danum Taka, Pertamina, hingga para camat se-Kabupaten Penajam Paser Utara.

Rapat koordinasi tersebut membahas langkah-langkah antisipasi menghadapi ancaman kekeringan yang diprediksi meningkat akibat fenomena El Nino. Berdasarkan prakiraan BMKG, puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung pada Juli hingga September 2026, dengan intensitas tertinggi terjadi pada Agustus dan berpotensi berlanjut hingga awal tahun 2027.

Salah satu perhatian utama dalam rapat adalah penurunan debit Sungai Lawe-Lawe yang menjadi sumber air baku bagi masyarakat. Untuk menjaga ketersediaan air, tim teknis Perumda Air Minum Danum Taka telah mengambil langkah darurat dengan melepaskan cadangan air dari kolam retensi guna mempertahankan volume air baku.

Dalam forum tersebut, Polres PPU menyatakan kesiapan mendukung berbagai langkah mitigasi yang telah disusun bersama. Dukungan tersebut mencakup penguatan koordinasi lintas instansi, pengamanan distribusi bantuan apabila diperlukan, serta kesiapsiagaan personel dalam mendukung penanganan apabila status siaga darurat ditetapkan.

Berbagai strategi mitigasi yang disepakati antara lain melakukan identifikasi peralatan pendukung distribusi air, pembersihan dan perluasan embung untuk meningkatkan daya tampung air hujan, pembentukan posko terpadu sebagai pusat koordinasi, penyediaan sarana transportasi beserta dukungan bahan bakar, serta peningkatan pengujian kualitas air baku dari sumber alternatif.

Selain itu, rapat juga membahas rencana penetapan status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi yang meliputi pembentukan posko dan pembagian tugas sesuai standar operasional prosedur, penguatan sistem peringatan dini dan komunikasi, kesiapan logistik, optimalisasi personel dan peralatan, pemetaan wilayah rawan kekeringan, serta peningkatan sinergi antarinstansi.

Kasat Samapta Polres PPU AKP Wiji Santosa menegaskan bahwa Polres Penajam Paser Utara siap mendukung seluruh kebijakan pemerintah daerah dalam menghadapi potensi kekeringan. Menurutnya, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar dampak musim kemarau terhadap masyarakat dapat diminimalkan.

Melalui keterlibatan aktif dalam rapat koordinasi ini, Polres PPU menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berperan sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung kesiapsiagaan, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta memastikan setiap langkah penanganan bencana dapat berjalan secara cepat, terarah, dan efektif demi melindungi masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara.

 

Narasi : Humas Polres PPU

Editor : Aroel Mandang

Exit mobile version