BeritaDaerahPemerintahPeristiwaViral

Diam Seribu Bahasa! SDABMBK Deli Serdang Bungkam Disoal Pemenang Proyek, Diduga Lindungi Pemborong Nakal

Suararepublik.com Lubuk Pakam, – Instruksi Bupati seolah angin lalu. Keterbukaan informasi publik hanya jadi slogan. Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Konstruksi (SDAMBK) Kabupaten Deli Serdang masih gagap dan memilih bungkam saat dikonfirmasi siapa pemenang proyek dan nama CV pemenang tender di lingkungan dinas tersebut.

Konfirmasi baik melalui pesan Whatsapp maupun surat resmi yang dilayangkan Awak Media, hingga Senin (20/7/2026), belum ada satu pun jawaban yang masuk.

Kebisuan ini memunculkan dugaan keras : ada upaya sistematis dari oknum di SDAMBK untuk melindungi “pemborong nakal”.

LANGKAHI PERINTAH BUPATI :
Kondisi ini dinilai bertentangan langsung dengan komitmen Bupati Deli Serdang saat meninjau proyek di Tanjung Morawa beberapa waktu lalu. Saat itu Bupati dengan tegas meminta transparansi dan keterbukaan data proyek kepada publik.

Saat melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik infrastruktur di Kecamatan Tanjung Morawa, Rabu 8/7/2026 lalu, Bupati dr. Asri Ludin Tambunan sudah memberi peringatan keras, dan pengawasan serius.

“Tanpa pengawasan yang serius, pembangunan rawan terlambat, tidak sesuai spesifikasi, dan akhirnya merugikan warga,” tegas Bupati saat itu.

“Faktanya hari ini SDAMBK justru menutup rapat-rapat data. Ini penghinaan terhadap perintah pimpinan daerah,” ujar Pengamat Kebijakan Publik, Jhon Erwin Tambunan, SH, Senin (20/7/2026) di Lubuk Pakam.

Menurutnya, diamnya SDAMBK bukan kebetulan. Ini pola lama yang sengaja dipelihara.

ADA APA DENGAN CV-CV TERTENTU?
Jhon Erwin menduga kuat ada “permainan kotor” di balik tertutupnya informasi pemenang tender.

“Kalau proyeknya bersih, kenapa takut dibuka? Kalau CV-nya kompeten, kenapa nama perusahaannya disembunyikan? Yang ditutup-tutupi biasanya ada bau busuknya,” tegasnya tajam.

Ia menilai, pembiaran ini melukai kepercayaan publik. Apalagi proyek SDAMBK bersentuhan langsung dengan hajat hidup orang banyak: jalan, drainase, dan irigasi.

“Ini uang rakyat. Rakyat berhak tahu siapa yang mengerjakan, berapa nilainya, dan siapa pemenangnya. Kalau dinas tidak bisa jawab, patut diduga ada kongkalikong,” tambahnya.

TANTANGAN UNTUK BUPATI :
Jhon Erwin menantang Bupati untuk segera mengevaluasi kinerja SDAMBK. Jangan sampai instruksi di lapangan hanya jadi lip service.

“Pak Bupati sudah turun ke Tanjung Morawa. Masa anak buahnya di kantor masih main petak umpet data? Copot saja pejabat yang tidak patuh,” desaknya.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas SDAMBK Deli Serdang belum memberikan klarifikasi. Upaya konfirmasi melalui Whatsapp dan surat resmi Utomo News juga belum ditanggapi.

Publik kini menunggu. Apakah SDAMBK akan terus bungkam, atau berani membuka boroknya sendiri?. (Tim)

Exit mobile version