Suararepublik.com Medan – Berbagai upaya diduga dilakukan oleh oknum petugas untuk menggagalkan rencana aksi damai yang akan dilaksanakan di rumah dinas Kapolda Sumatera Utara.
Menurut keterangan penyelenggara aksi, pada 15 Juli 2026, seorang sopir yang dijadwalkan mengangkut peralatan sound system menuju lokasi aksi tiba-tiba membatalkan pekerjaannya setelah mengaku menerima ancaman dari seseorang yang disebut sebagai oknum petugas saat berada dalam perjalanan.
Penyelenggara aksi menyatakan bahwa sopir tersebut mengaku diancam akan ditangkap bersama kendaraan yang digunakannya apabila tetap mengantarkan peralatan sound system ke lokasi aksi damai di rumah dinas Kapolda Sumut.
Akibat dugaan ancaman tersebut, sopir yang bersangkutan mengaku merasa takut sehingga memutuskan tidak melanjutkan pengangkutan peralatan. Menurut penyelenggara aksi, keputusan itu berdampak pada persiapan pelaksanaan aksi damai.
Padahal menurut informasi yang kami dapatkan bahwa pihak keluarga korban pencurian yang disulap jadi tersngka sudah memberikan surat bahwa mereka akan melakukan aksi di tiga lokasi. Dan menurut mereka hal wajar membawa alat pengeras suarat menggunakan mobil bak terbuka.
Hingga berita ini ditulis, **klaim mengenai adanya ancaman tersebut belum dapat diverifikasi secara independen**, dan belum terdapat keterangan maupun tanggapan resmi dari pihak petugas terkait dugaan tersebut.
Apabila pihak kepolisian memberikan penjelasan atau klarifikasi, redaksi akan memuatnya sebagai bagian dari pemberitaan yang berimbang. (Tim)
