Berita

Azola Dan Kompos Organik, Pasangan Serasi Untuk Pertanian Sehat Dan Berkelanjutan

Suara Republik.Com

Samarinda, 29 Juli 2026

Di tengah upaya mengembalikan kesuburan tanah yang lama tergerus penggunaan pupuk kimia secara berlebihan, gabungan tanaman azola dan kompos organik kini mulai menjadi andalan para petani di berbagai wilayah, termasuk Kalimantan, untuk mewujudkan sistem pertanian yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga ramah lingkungan dan berkelanjutan jangka panjang. Azola sendiri adalah tanaman air kecil yang tumbuh melayang, kaya akan unsur hara terutama nitrogen, dan hidup bersimbiosis alami dengan bakteri yang mampu mengikat nitrogen bebas dari udara, sementara kompos organik merupakan hasil penguraian sisa-sisa tanaman, kotoran hewan, dan bahan organik lainnya yang telah matang dan berubah menjadi media penyubur tanah yang kaya nutrisi. Ketika kedua hal ini digabungkan, manfaat yang dihasilkan jauh lebih besar dibandingkan jika digunakan secara terpisah, menciptakan sinergi alami yang memperbaiki kondisi tanah secara menyeluruh sekaligus menekan biaya produksi petani.

Secara alami, azola memiliki kemampuan tumbuh yang sangat cepat dan mengandung kadar nitrogen yang setara dengan pupuk buatan, namun bekerja dengan cara yang jauh lebih aman bagi tanah dan tanaman. Jika dicampurkan atau dijadikan bahan baku pembuatan kompos, azola akan menambah kandungan hara makro maupun mikro yang dibutuhkan tanaman, mempercepat proses penguraian bahan organik lain, serta memperkaya kompos dengan zat-zat yang merangsang pertumbuhan akar dan batang tanaman. Sementara itu, kompos organik berfungsi memperbaiki struktur tanah agar lebih gembur, mampu menyimpan air dan hara dengan lebih baik, serta menjadi rumah bagi ribuan mikroorganisme bermanfaat yang menjaga kesuburan tanah dan melindungi tanaman dari serangan penyakit. Gabungan keduanya mampu mengembalikan kesuburan tanah yang padat dan miskin hara menjadi kembali subur, sehingga tanaman yang ditanam akan tumbuh lebih sehat, lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit, serta menghasilkan panen yang kualitasnya lebih baik dan aman bagi kesehatan konsumen.

Pemanfaatan azola untuk kompos organik juga sangat mudah dilakukan oleh siapa saja, bahkan oleh petani skala kecil sekalipun, karena bahan bakunya mudah didapat dan biayanya sangat terjangkau. Tanaman azola dapat dikembangbiakkan di kolam sederhana atau wadah berisi air, lalu dipanen sewaktu-waktu dibutuhkan untuk dicampurkan bersama bahan organik lain seperti jerami, daun kering, atau kotoran ternak dalam tumpukan pembuatan kompos. Proses pengomposan yang melibatkan azola biasanya berjalan lebih singkat, dan hasil akhirnya adalah pupuk organik yang lengkap kandungan haranya, siap digunakan untuk segala jenis tanaman mulai dari tanaman pangan, sayuran, hingga tanaman buah dan tanaman hias. Bagi petani, hal ini tentu menjadi solusi yang sangat meringankan beban biaya beli pupuk kimia yang harganya terus berfluktuasi, sekaligus menjaga kualitas lahan pertanian mereka agar tetap produktif dan tidak rusak untuk digunakan oleh generasi mendatang.

Di sisi lain, penggunaan pupuk hasil gabungan azola dan kompos organik juga menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin sadar akan pentingnya mengonsumsi makanan yang sehat dan bebas residu bahan kimia berbahaya. Hasil panen yang berasal dari tanah yang disuburkan secara alami memiliki rasa yang lebih asli, kandungan gizi yang lebih baik, serta nilai jual yang cenderung lebih tinggi di pasaran, terutama untuk segmen pasar yang mengutamakan produk pertanian organik. Pemerintah maupun berbagai lembaga terkait pun kini mulai banyak mendorong dan memberikan pelatihan kepada para petani agar lebih mengenal dan menerapkan teknologi alami ini, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menjaga kelestarian lingkungan hidup dari kerusakan akibat penggunaan bahan kimia yang berlebihan.

Penggunaan azola dan kompos organik bukan sekadar kembali ke cara bertani lama, melainkan sebuah langkah maju yang memadukan kearifan lokal dengan pemahaman ilmiah modern tentang bagaimana alam bekerja. Dengan mengandalkan kekayaan alam yang tersedia di sekitar kita, pertanian tidak harus merusak lingkungan atau membebani petani dengan biaya yang mahal, melainkan dapat berjalan beriringan dengan alam, menghasilkan keuntungan yang adil bagi petani, serta menjamin ketersediaan pangan yang aman dan sehat bagi seluruh masyarakat.

Narasi : Aroel Mandang

Exit mobile version