Suara Republik.Com
Muara Ancalong, 30 Juli 2026
Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan jajaran Polres Kutai Timur melalui pengawasan dan pendampingan terhadap pengembangan lahan pertanian jagung. Salah satunya dilakukan Polsek Muara Ancalong dengan melaksanakan pengecekan perkembangan tanaman jagung di areal PT Hamparan Perkasa Mandiri (HPM) dan PT SAWA yang berada di Desa Long Pejeng, Kecamatan Busang, Kamis (30/7/2026).
Kegiatan yang dipimpin Kapolsek Muara Ancalong IPTU Erwan Tri Yunanto tersebut bertujuan memastikan program ketahanan pangan berjalan sesuai target, mulai dari proses penanaman, perawatan hingga kesiapan memasuki masa panen.
Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, lahan seluas 10 hektare yang dikelola PT TAP Group (Triputra Agro Persada) melalui PT HPM dan PT SAWA telah seluruhnya terbuka dan berhasil ditanami jagung hibrida varietas Syngenta NK7328 SUMO. Masing-masing perusahaan mengelola lahan seluas lima hektare.
Tanaman jagung yang ditanam secara manual menggunakan sistem tugal tersebut kini menunjukkan pertumbuhan yang sangat baik dengan tinggi tanaman berkisar antara 163 hingga 182 sentimeter.
Selama masa pertumbuhan, tanaman telah mendapatkan pemupukan secara berkala menggunakan pupuk NPK 15 pada 2, 15, 16 April dan 21 Mei 2026, serta pupuk urea pada 5 Mei 2026.
Perawatan tanaman dilakukan secara rutin oleh 11 orang karyawan setiap hari untuk memastikan kondisi tanaman tetap optimal hingga masa panen.
Meski sebagian tanaman sempat terserang hama ulat grayak, kondisi tersebut masih dapat dikendalikan sehingga tidak mengganggu pertumbuhan secara keseluruhan. Berdasarkan perkembangan tanaman saat ini, panen perdana dijadwalkan akan dilaksanakan pada awal Agustus 2026.
Kapolsek Muara Ancalong IPTU Erwan Tri Yunanto mengatakan, keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan merupakan bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.
“Kami tidak hanya hadir dalam aspek keamanan, tetapi juga memastikan program ketahanan pangan benar-benar berjalan dan memberikan hasil yang optimal. Melalui pengecekan secara berkala, kami ingin mengetahui perkembangan tanaman, mengidentifikasi kendala di lapangan, serta memastikan seluruh tahapan budidaya berjalan dengan baik hingga masa panen,” ujar IPTU Erwan Tri Yunanto.
Ia menambahkan, sinergi antara kepolisian, perusahaan, dan para pekerja menjadi faktor penting dalam keberhasilan program tersebut.
“Alhamdulillah, hasil pengecekan menunjukkan seluruh lahan seluas 10 hektare telah tertanam dengan baik dan pertumbuhan jagung sangat menggembirakan. Walaupun terdapat serangan hama pada sebagian tanaman, penanganan terus dilakukan sehingga panen awal Agustus tetap dapat dilaksanakan sesuai rencana,” ungkapnya.
Selain melakukan monitoring, personel Polsek Muara Ancalong juga memberikan motivasi kepada para pekerja agar terus menjaga kualitas perawatan tanaman hingga masa panen tiba.
Program ketahanan pangan di Desa Long Pejeng menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara sektor swasta dan kepolisian dalam mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang swasembada pangan.
Kehadiran Polri melalui pengawasan dan pendampingan diharapkan mampu memastikan setiap tahapan program berjalan efektif, aman, dan berkelanjutan sehingga mampu memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
“Kami berharap hasil panen ini dapat memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan ketahanan pangan, khususnya di Kabupaten Kutai Timur,” pungkasnya.
