BANTAENG – Sebuah kisah pilu kembali menggugah nurani publik di Kabupaten Bantaeng. Setelah bertahun-tahun bertahan dalam kondisi memprihatinkan sambil menunggu bantuan yang tak kunjung tiba, rumah milik Daeng Tia Baso, warga dusun bambalie Desa Borongloe, Kecamatan Pajukukang, akhirnya roboh pada Kamis (11/6/2026).
Rumah sederhana yang selama ini menjadi tempat berlindung bagi keluarganya tidak lagi mampu menahan beban usia dan kerusakan yang terus menggerogoti setiap sudut bangunan. Atap yang telah lama rusak parah nyaris tidak lagi berfungsi melindungi penghuni dari panas dan hujan. Setiap hari, keluarga tersebut hidup dalam kecemasan, bertaruh dengan keselamatan di bawah bangunan yang sewaktu-waktu dapat runtuh.
Harapan akan hadirnya bantuan selama ini menjadi satu-satunya penguat bagi keluarga Daeng Tia Baso. Namun, harapan itu belum juga terwujud hingga akhirnya rumah yang telah lama rapuh tersebut benar-benar roboh dan menyisakan puing-puing serta kesedihan mendalam.
Peristiwa ini menjadi potret nyata bahwa di tengah berbagai capaian pembangunan, masih terdapat masyarakat yang hidup dalam kondisi serba kekurangan dan membutuhkan perhatian lebih serius dari berbagai pihak.
Anggota DPRD Kabupaten Bantaeng dari Fraksi NasDem, Ibu hasriani Tenri, menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah yang menimpa keluarga Daeng Tia Baso.
“Saya sangat prihatin atas kejadian ini. Harapan saya, Pemerintah Daerah dan Baznas dapat segera turun tangan memberikan bantuan kepada Bapak Daeng Tia Baso dan keluarganya. Mereka membutuhkan perhatian dan tindakan nyata, bukan sekadar rasa iba,” ujarnya.
Lebih lanjut, hasriani Tenri menegaskan komitmennya untuk mengupayakan bantuan jangka panjang bagi keluarga tersebut. Ia menyampaikan bahwa dirinya akan mengusulkan rumah Daeng Tia Baso untuk masuk dalam program bedah rumah yang diperjuangkan melalui aspirasi legislator Partai NasDem.
“Insyaallah, saya akan mengusulkan rumah Bapak Daeng Tia Baso agar dapat masuk dalam program bedah rumah melalui program yang diperjuangkan oleh Bapak Rudyanto Lallo. Semoga ini menjadi jalan agar keluarga beliau dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak dan aman,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut menjadi secercah harapan di tengah duka yang sedang dialami keluarga Daeng Tia Baso. Di saat mereka kehilangan tempat berteduh, komitmen berbagai pihak untuk membantu menjadi harapan baru agar mereka dapat bangkit dari musibah yang menimpa.
Menurut hasriani Tenri, rumah bukan sekadar bangunan fisik. Rumah adalah tempat bertumbuhnya keluarga, ruang untuk menata masa depan, dan simbol martabat kehidupan yang layak. Karena itu, kehadiran negara dan seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan untuk memastikan tidak ada lagi warga yang harus menunggu hingga rumahnya roboh sebelum mendapatkan perhatian.
Kini, di tengah puing-puing yang tersisa, keluarga Daeng Tia Baso hanya berharap kepedulian itu segera hadir dalam bentuk tindakan nyata. Sebab bagi mereka, bantuan yang datang bukan hanya membangun kembali rumah yang telah runtuh, tetapi juga mengembalikan harapan yang hampir hilang bersama robohnya bangunan yang selama ini menjadi tempat mereka bernaung.
